Thursday, October 09, 2008

film laskar pelangi

keinginan buat nonton film adaptasi novel tetraloginya Andrea Hirata, Laskar Pelangi, tercapai juga kemaren. peminatnya masih banyak juga, kebanyakan membawa keluarga, dari ayah, ibu, dan anak2nya. karena masih suasana libur lebaran kali yaaaa. nyampe dalem antrean, sudah terpampang pengumuman, "tiket Laskar Pelangi jam 14.20 dan 14.40 sudah habis", buuseet daahh. padahal antreannya masih panjang. masak mau nonton yang jam 5. kalo mau balik lagi besok lebih males lagi. akhirnya demi memuaskan keinginan hati, nekat aja nonton yang jam 5. pas nyampe loket, nanya basa basi dulu untuk jam yang sudah habis tiketnya itu. pas ditanya untuk berapa orang, langsung aq mengangkat telunjuk tangan kananku, "1 mbak...", "oh, yang jam 14.20 masih ada mbak, masih ada 2 lagi...". haahh, dengan segera aq setuju tawaran si mbak, dan memilih tempat duduk paling kiri, dekat dinding. alhamdulillah...akhirnya bisa jugaa...


hmmm...kesan sesudah menontonnya...ada tawa, air mata dan kata bijak. gak semua gambaran dari novel laskar pelangi di buat adegannya, tapi setidaknya point2 yang aq perkirakan 80% ada di film itu. kayak adegan saat Lintang yang harus ke sekolah harus selalu terhambat oleh seekor buaya yang melintas di jalan yang dilalui Lintang. lalu adegan di mana Mahar dan Flo menghasut teman2nya untuk mengunjungi Tuk Bayan Tula untuk minta wasiat sakti untuk lulus dalam ujian. air mata tak terbendung juga saat Lintang harus meninggalkan sekolah demi adik2nya, saat Ikal mengejar sahabat baiknya itu....
perkiraan tokoh2 yang berperan di film itu pun hampir sesuai bayanganku, apalagi tokoh Mahar, pas sekali. semua tokoh Laskar Pelangi sangat natural. tapi ada beberapa jalan ceritanya yang menurutku seperti melompat terlalu jauh, tidak ada cerita awalnya knapa seperti itu jalan ceritanya. seperti adegan Flo yang hilang, tiba2 saja sudah banyak orang yang mencari2 dia. jadi rada janggal aja...ini menurutku. apa mungkin sudah disensor ato gimana, masalahnya filmnya gak nyampe 2 jam
tapi lumayanlah bagiku, film2 seperti itu memang harus lebih banyak dibuat, jangan hanya film2 yang menghidangkan adegan2 mimpi dan khayalan yang gak jelas.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home